Popular Posts

About Me

My Photo

Perkenalkanlah, nama saya Nur Akhwan. Tempat tinggal, di sebuah pedesaan indah nan damai di sebelah barat kota pelajar Yogyakarta, tepatnya Samigaluh, Kulon Progo, kurang lebih 1 jam perjalanan dari pusat kota Yogyakarta (kalao ngebut+lampu merah bersahabat). 

Bila berkenan silakan mengunjungi halaman portofolio saya di sini. HP : 085292747190 / 085643437024 (SMS). YM/FB : akhwan08@yahoo.com, Gmail/Gtalak : akhwan90@gmail.com.

Friday, 11 July 2014

HANSIP, cerita tentang sebuah pengabdian dan dedikasi tanpa pamrih.

Assalamu'alaikum warah matullohi wabarakatuh. 

Alhamdulillah, segala puji bagi Alloh, karenaNya masih diberi kenikmatan kesehatan dan kekuatan untuk sampai pada (yang sangat tidak terasa) pertengahan bulan Ramadhan tahun ini. 

Bulan Ramadhan tahun ini merupakan bulan Ramadhan yang sangat spesial. Ada dua even besar yang sangat mengguncang Indonesia, khususnya, yaitu Piala Dunia dan Piala Presiden (eh, maksudnya Pemilu Presiden). Dua peristiwa besar tersebut, malah tidak menambah suasana khusuknya bulan Ramadhan, kan ya gan.. ? (padahal, tidak ada kedua acara tersebut, ane juga nggak menjamin, ane bisa khusyuk, gan.. :D, maklum newbie, urusan agama :D). Sebagai contoh, banyak kampanye-kampanye hitam sebelum Pilpres yang , yang tentunya itu merupakan sebuah perbuatan  dosa, karena menyebarkan keburukan orang lain. Apalagi disebarkan di media sosial, yang jangkauan penerima informasinya sangat luas, otomatis dosanya juga semakin tambah banyak, daripada jika kita ngomongnya sama temen sendiri, kan..? (coro bodon, orang jawa bilang). Terus kalau Piala Dunia, tu ya, rata-rata pas saur, nah kan, ane sering lebih suka nongkrongin TV, daripada nongkrong di masjid buat sholat subuh. Ya to gan. Sebagai warga negara yang baik, pada Pilpres ini, saya tidak golput. Kebetulan di TPS ane, TPS 9, dusun Sumoroto, Desa Sidoharjo, Kecamatan Samigaluh, Kulon Progo, Yogyakarta (lengkap, sesuai KTP), letaknya di pusat balai Desa Sidoharjo, jadi hansip yang ditugaskan di sini lebih banyak. Kalau gak salah, ada sekitar 3 hansip (yang ane temuin), dibantu 2 polisi dari polsek. Setelah mencoblos, ane langsung pulang, gan, takut dikejar awak media, padahal kebetulan tidak diliput media massa, jadi tidak masuk TV, takut riya .. :D. 

Ok, skip, dulu gan, pengantarnya, malah ndak nyambung nanti. Ane mau share cerita di balik hingar bingar Pemilu, ada sesosok atau banyak sosok, yang seringkali luput dari perhatian kita. Dia adalah Pak atau Bu Hansip (emansipasi wanita, gan, soalnya banyak juga hansip yang wanita, loh). Sosok gagah pemberani, terdepan mengamankan. Sosok mereka sangat mudah kita kenali dari seragamnya yang khas, baju hijau, celana hijau, pake sepatu boot tentara, topi, dan tentunya juga Pentungan. Sekilas memang tampak serem memang gitu, gan. Tapi ya, namanya tuntutan peran, sebagai penjaga keamanan saat pemilu gitu, ya harus serem. Kalau gak serem namanya mau ngelawak, kali ya.. ? Ya, dunia perlawakan seringkali menampilkan sosok hansip ini, namun dengan gambaran yang kurang lebih “diremehkan”. Di dunia hiburan, sosok hansip sepertinya adalah seorang yang bertugas di pos ronda, tidur-tiduran, main skak, main kartu. Seringkali sebagai obyek kekesalan orang lain, dan lebih tepatnya hampir seperti pesuruh. Kejam sekali dunia hiburan itu menempatkan sosok hansip ini, jauh dari kesan mendidik bagaimana menghargai dan mengetahui lebih lanjut sosok hansip ini. Perannya sangat vital, hampir setiap perhelatan politik, semisal Pemilu Caleg, Pemilu Presiden, Pemilihan Bupati, (di Jogja yang ISTIMEWA, tidak ada pemilihan Gubernur, ya..) dan Pilihan Kepala Desa, sosok HANSIP ini tidak pernah absen, dan wajib ada. Selain itu di acara misalnya ada kunjungan orang penting ke desa, pak/bu HANSIP ini siap mengamankan situasi. Di tingkat dusun, semisal ada acara nikahan, rame-rame, mereka juga sering dimintai bantuan. 

Siangnya sekitar habis dhuhur, saya kembali ke TPS, untuk melihat penghitungan suara. Mereka sibuk, melihat perhitungan suara, saya memilih di luar TPS, tidak tertarik buat masuk, toh nantinya juga diumumkan. Saya memang sudah berniat dari rumah buat menggali lebih banyak informasi seputar hansip ini, atau istilahnya wawancara, gitu. Ada kursi kosong di pos hansip. Kebetulan beberapa hansip, saya sudah kenal baik, secara tetangga gan.. :D. Yang satu bernama Pak Jatun, dan Pak Jimat (duet J), dan satunya lagi Ibu siapa, ane kurang begitu tahu, karena tidak satu dusun. Dilihat dari usianya, sepertinya ketiganya tidak muda lagi, sekitar 50 tahunan. Secara, hampir sulit, pada dekade ini untuk menemui hansip yang masih muda-muda.

Suasana siang yang panas, ditambah bulan puasa, terbukti tidak menyurutkan semangat mereka untuk standby menjaga pelaksanaan pilpres di sini. Dari informasi yang saya gali, mereka bertugas dengan sistem shift, dimulai dari pagi hari, satu hari sebelum hari H pilpres, untuk mendampingi dan mengamankan proses distribusi surat suara. Kebetulan mereka bertiga mendapatkan jatah shif, pada hari H pilpres ini, sampai nanti maghrib. 

Lanjut mengorek informasi dari mereka, mereka rata-rata sudah bertugas menjadi hansip sejak puluhan tahun yang lalu. Bapak Jatun, menjadi hansip dimulai sekitar tahun 1965an. Berarti hampir setengah abad gan, mereka bertugas (muke gilee... ). Sementara Bapak Jimat, dimulai sekitar tahun 80an, atau sekitar 30 tahunan, ya. Dan ibu yang satunya (sumpah ane, belum sempat tanya namanya), dimulai dari tahun 90an. besar. Sepertinya mereka bertiga berbeda generasi. Pak Jatun, berarti bertugas sejak zaman PKI, yang artinya pada saat itu resiko gangguan keamanan lebih tinggi dibandingkan sekarang. Tapi beliau bersyukur, bisa bertahan menjadi hansip sampai saat ini, merupakan bukti bahwa Alloh SWT, masih memberikan rahmat dan kemudahan bagi beliau dalam bertugas menjadi hansip. Mengenai perekrutan menjadi Hansip, Pak Jatun, yang paling senior, mengatakan bahwa dulu, menjadi hansip kalau sekarang prosesnya mirip seperti mendaftar tentara. Harus diseleksi baik dari fisik maupun mental, dan hanya peserta seleksi yang memenuhi syarat, yang dapat menjadi hansip ini. Tesnya adalah dulu di kota kabupaten, yaitu di Wates, Kulon Progo. Kebetulan beliau terpilih menjadi hansip itu sebagai salah satu wakil dari Kecamatan Samigaluh. Ada beberapa temannya juga dari Samigaluh yang lolos saat itu. Nah, di tingkat kecamatan, beliau ini adalah sebagai pembina dari hansip hansip di tingkat desa seperti Pak Jimat dan lain-lain. Istilahnya kalau sekarang adalah seniornya, kalau di pramuka Kakak Pembina, kali ya.. ? Beliau pada saat itu bertugas, memberikan pelatihan-pelatihan seputar per-hansip-an kepada “junior-juniornya” di tingkat kecamatan.

Hansip yang sering kita sebut saat ini, dulu namanya bukan hansip. Banyak versi, namanya. Ada WANRA (Perlawanan Rakyat), kemudian KAMRA (Keamanan Rakyat).Yang Wanra yang membina adalah tentara, dan Kamra yang membina adalah polisi. Kemudian keduanya bersatu menjadi HANSIP seperti yang kita sebut selama ini, yang artinya Pertahanan Sipil, dan yang terbaru saat ini namanya adalah LINMAS (Perlindungan Masyarakat). Nah ini yang mungkin belum pada tahu, jangan sebut mereka Hansip, tapi Linmas.. Semuanya sama, bertugas melindungi masyarakat, di lingkup yang lebih kecil yaitu desa atau dusun. Nah, yang menjadi pertanyaan ane, dimana tugas polisi dan tentara, jika tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di tingkat dusun sudah diambil alih oleh Linmas ini..? Padahal polisi dan tentara yang jelas-jelas sudah diakui oleh negara, dan pastinya digaji rutin oleh negara. 

Nah, ngomongin soal gaji rutin Bapak dan Ibu Linmas ini, ternyata kalau jaman dulu, menurut penuturan bapak Jatun tadi, tidak pernah digaji secara rutin oleh negara. Mereka hanya menerima bayaran jika mendapatkan tugas tugas seperti even pemilu ini sampai saat ini. Yang mereka dapatkan rutin adalah seragam, beserta perlengkapannya. Itupun kalau dulu, sampai 5 tahun, untuk mendapatkan “dun-dunan” baju dan perlengkapannya ini. Kalau sekarang, hampir setiap tahun selalu mendapatkan baju dan perlengkapannya dari pemerintah kabupaten. Dan juga setiap idul fitri mendapatkan bingkisan hari raya. 

Kesehariannya para hansip ini, mempunyai profesi utama. Nggak mungkin kan, kalau harus hidup dengan mengandalkan penghasilan dari menjadi Linmas ini, yang gajinya tidak tentu. Sama seperti warga desa kami secara umum, ketiganya berprofesi utama sebagai petani, sekaligus peternak dan pekebun. Yah memang banyak profesinya, tapi hasilnya, kalau dibandingkan dengan buruh, lebih sedikit gan. 

Ya, memang begitulah realitanya, gan. Dibalik gemerlapnya gedung DPR beserta anggota-anggota dewannya, ada cerita tentang dedikasi tanpa pamrih, saat proses pemilihan anggota legislatif ini, yang mungkin barangkali mereka tidak tahu, atau tidak pernah memikirkan nasib para LINMAS ini. 

Sekian dari ane, tambahan pengertian dari HANSIP menurut Wikipedia :

HansipDari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebasHansip adalah satuan keamanan di Indonesia. Kata hansip sendiri adalah kependekan dari Pertahanan Sipil. Saat ini Hansip berubah menjadi Linmas.Pihak militer memberikan pelatihan bagi Hansip dan memberi mereka persenjataan. Pasukan Hansip dibentuk di setiap desa, anggotanya diangkat dari masyarakat. Sistem pertahanan dan keamanan nasional Indonesia diadasarkan atas prinsip "pertahanan dan keamanan secara menyeluruh" yang berarti bahwa Angkatan Bersenjata dan masyarakat Indonesia secara keseluruhan sama-sama bertanggung jawab dapat menjaga keamanan dan pertahanan negara. Organisasi Pertahanan oleh masyarakat sipil bertanggung jawab atas hal-hal yang terkait dengan keamanan dan keteraturan dan harus membantu rakyat di pedesaan dalam kondisi darurat. Hansip berada di bawah pengawasan Bupati dan Gubernur pemerintah daerah.
Dasar hukum dari pembentukan milisi sipil adalah Undang-undang No. 20/1982 mengenai Pokok-Pokok Keamanan dan Pertahanan Negara, yang mengakui hak setiap warga negara untuk membela negara.
Milisi-milisi bentukan pemerintahDi antara organisasi milisi yang dibentuk oleh pemerintah antara lain:1. Hansip (Pertahanan Sipil), di bawah Departmen Dalam Negeri untuk kepentingan "keamanan total"2. Wanra (Perlawanan Rakyat), di bawah komando militer dan khususnya untuk mengatasi "ancaman eksternal."3. Kamra (Keamanan Rakyat), berada di bawah komando polisi, khusus untuk menangani konflik dalam negeri4. Pam Swakarsa (Milisi beranggotakan masyarakat secara sukarela)5. Kotib (Kota Tertib), Banpol (Bantuan Polisi), dan Potmas (Potensi Masyarakat) yang dinaungi oleh polda Metro Jaya.  

Wassalam..

Monday, 30 June 2014

Menjelajah Kulon Progo : Embung Girimulyo dan Air Terjun Grojogan Sewu

Assalamu'alaikum warah matullohi wabarakatuh..

Selamat pagi gan. gimana puasanya, lancar jaya ..? Menginjak puasa hari ketiga (yang mulai hari Sabtu), pastinya sudah merasakan suka dukanya berpuasa. Banyak godaan syetan yang terkutuk, mulai dari suntuk, kantuk, perut kemrucuk, senantiasa mendampingi langkah agan-agan semuanya dalam berpuasa. Oleh karena itu, kita wajib bisa menjaga puasa kita, dari hal-hal yang tidak berguna, yang hanya akan menghilangkan pahala dari puasa, menambahkan dosa kita, dan akhirnya kita cuma mendapatkan lapar dan dahaga saja .. hahahaha *latihan kayak abdur*

Anggap aja itu pengantar dan bab satu-nya gan, lanjut ke tinjauan pustaka, eh.. pembahasan masalah saja. (inget puasa tahun lalu, ane masih sibuk nyelesaiin laporan penggunaan dana RT, eh.. sekripsi).

Oke, gan, pada kesempatan kali ini, ane mau membagikan sekaligus mempromosikan salah beberapa potensi wisata di Kabupaten Kulon Progo, salah satu kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta, yang berada di barat kali Progo (sampai ujung kulon masih Kulon Progo, lho gan... :ngakaks).

Minggu kemarin, 29 Maret 2014, kami sekelompok pemuda dusun Sumoroto, desa Sidoharjo, kecamatan Samigaluh, kabupaten Kulon Progo, merasa penasaran atas salah satu obyek wisata baru di Kecamatan Girimulyo, yaitu Embung Girimulyo, dan Grojogan Sewu. Kami ber-sembilan, satu dusun, berangkat dari rumah sehabis dhuhur gan, biar tenang di perjalanan karena udah shalat dhuhur.. :cool

Karena kami dari Samigaluh, kami menuju tekape, melewati rute jalan Samigaluh-Purworejo. Secara umum rute perjalanan adalah Samigaluh - Plono - Kaligesing - Pasar Pendhem - Tegalsari (Purwosari Girimulyo) - Goa Kiskendho - Pertigaan Jonggrangan - ambil kanan, jalan-satu-satunya ke Embung Girimulyo dan Grojogan Sewu.

Sampai di tekape yang pertama (Embung Girimulyo), lokasi emang masih belum banyak pepohonan, sehingga terkesan gersang. Menurut pengelola embung disana, ke depan embung Girimulyo ini akan dibuat dengan konsep kebuh buah, seperti embung yang sudah terkenal sebelumnya di Gunung Kidul : Embung Nglanggeran. Saat ini, masih dalam tahap penyemaian bibit-bibit pepohonan, yang akan memperindang lokasi kebuh buah. Kesan gersang dan panas, akan terhapus seketika, saat kita naik ke atas ke bibir embungnya. Ya, lokasi parkiran berada di bawah embung, dan kita harus naik ke atas mengitari embung. Subhanalloh, luar biasa. Lokasi embung yang berada di ketinggian, sehingga kita dapat melihat cakrawala nan jauh disana, landscape view dari kota Wates di sebelah selatan, kota Purworejo (klo gak salah) di sebelah barat, dan tentunya kota Yogyakarta di sebelah timur. Dan mungkin, jika waktunya tepat pada saat matahari terbit atau saat matahari terbenam, pasti lebih banyak keindahan ciptaan Gusti Alloh yang dapat kita saksikan. Betewe, kami sampi di lokasi jam 14an. 

Berikut skreenshut foto-foto di lokasi, mohon maaf, karena banyak gambar yang menunjukan kenarsisan manusia disini ..


kumpul dulu
di jalan
di jalan
sampai purwosari
kota jogja view
kota wates
nyampe tekape
foto bersama
nyoba self timer kemdig
nggaya

saya juga bisa nggaya

tampak embung

paling apek tek kiro

hamid

grojogan sewu

adi dan grojogan sewu
jepretane gita

grojogan sewu.
Itu gan, sekilas gambaran perjalanan kami, dalam rangka mengenal lebih jauh potensi wisata kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan juga dalam rangka menyemarakkan program "bela beli Kulon Progo". Terima kasih... Wassalam....

Tuesday, 6 May 2014

Skripsi Sistem Informasi Geografis Kabupaten Kulon Progo berbasis web dengan p-Mapper

Assalamualaikum warah matullohi wabarakatuh. Selamat pagi, gan. Asegh... asegh... 

Melanjutkan rutinitas meng-orek-orek blog ini, pada bulan Mei ini, saya akan menuliskan seputar sekripsi saya. Yak, setahun yang lalu, pada bulan-bulan ini ane sedang clash bertempur sangat dahsyat dengan yang namanya program sekripsi.Sekripsi saya yang berjudul Sistem Informasi Geografis Profil Kabupaten Kulon Progo berbasis web, alhamdulillah telah mengantarkan saya menyelesaikan pendidikan saya di STMIK El Rahma, pada tanggal 4 Juli 2013 jam 13.00. Ane sangat ingat sekali waktu ini, saat itu kondisi badan juga tidak mendukung karena sedang dijalari penyakit flu. Sementara 1 hari sesudahnya merupakan tanggal 1 Ramadhan, awal mula puasa 1433 H. 

Beberapa temen-temen bawah tingkat di Teknik Informatika STMIK El Rahma, banyak yang berdiskusi seputar sistem informasi geografis ini. Ini yang mengingatkan saya kembali untuk menuliskan tema skripsi di posting blog ini. Pada saat itu, menurut pengamatan ane di perpustakaan kampus, belum ada referensi baik naskah skripsi ataupun buku yang membahas seputar sistem informasi geografis ini. Mau tidak mau, harus cari referensi tentang sistem informasi geografis ini di luar kampus. Cari-cari buku di toko buku online, ane menemukan bukunya pak Edy Prahasta, yang membahas tentang Sistem Informasi Geografis berbasis web dengan MapServer. Lumayan membantu ane, dalam memahami konsep-konsep dasar sistem informasi geografis berbasis web ini. Oh, iya, sedikit cerita, harga buku ini di toko buku online, 75.000 rupiah, kemudian ane cari di Shopping Center (pusat jual beli buku di Jogja) ane dapatkan dengan harga 65.000 rupiah, sudah lengkap dengan CD-nya.

Selain buku tersebut, cari-cari referensi juga di beberapa e-librari kampus-kampus terkenal, dan beberapa memberikan download full naskah sekripsi (UIN Malang, dan UIN Jakarta kalo gak salah). Lumayan juga buat menambah daftar contekan bab 1 sampai bab 4. Skripsi mereka setingkat lebih maju, karena tidak hanya sistem informasi geografis yang menampilkan peta-peta dan atributnya, namun juga sudah dilengkapi dengan pencarian rute terpendek, yang jika ane bayangkan, sampai gak terbayang-bayang. 

Dalam skripsi ini, peta yang digunakan adalah dengan melalui proses digitasi peta dari awal, mengambil peta asli, dalam hal ini saya menggunakan peta Kabupaten Kulon Progo, kemudian discan, dan dimasukkan ke komputer, untuk dicontek garis-garis batas-batas area-nya, garis ruas jalan, garis sungai, lokasi sekolah, pasar, puskesmas dan lain-lain. Sebuah pengalaman baru bagi ane, karena tidak ada satupun dari 144 SKS di kampus ane yang membahas tentang dasar-dasar sistem informasi geografis, bagaimana langkah awalnya, bagaimana menggambar peta dan menampilkannya. Memang beberapa teman yang mengambil judul sama dengan ane, tapi mereka untuk peta, menggunakan peta dari Google Map. Ane mencoba untuk tantangan baru, yaitu dengan membuat/mendigitasi peta sendiri.

Bagian kedua dari tulisan ini, akan membahas lebih lanjut tentang skripsi sistem informasi geografis Kabupaten Kulon Progo, berbasis web ini. 

Wassalamuaalaikum, permisi..


Wednesday, 30 April 2014

Perlunya keseragaman data referensi instansi pemerintah

Assalamu’alaikum warah matullohi wabarakatuh. Selamat malam, wuuuh.. asegh.. asegh.. josh.. (copyright : Abdur Arsyad @abdurarsyad SUCI 4, Kompas TV), haha. Malam terakhir bulan April 2014, dan tanggal 1 Mei 2014, libur, hari buruh, untuk semua buruh dan bukan buruh di seluruh Indonesia. Tidak lupa juga, ane mengucapkan “Selamat hari buruh sedunia, termasuk saya juga”. Tetap jaga ketertiban saat demo. Sing penting ora jotos-jotosan, bro. Serasa malam minggu, gan. Everyday is Saturday night.. (only for zoomblo #lol). 

Kembali lagi buat ngisi waktu malem minggu, eh malem Kamis, ane ngebuat postingan ke blog, yang keempat pada bulan April ini, sekaligus menggenapi kuota resolusi 2014, 4 posting perbulan (smilie titikdua huruf P). Kembali lagi, ngrasani mengkritisi perkembangan teknologi informasi di Indonesia, hehe. Tentang data referensi. Apa itu data referensi ..? Data referensi kurang lebih berarti data yang digunakan sebagai acuan data lainnya. Contoh nyatanya, data nama-nama pekerjaan, nantinya akan digunakan sebagai pilihan/referensi dari data penduduk. Seorang penduduk pasti memiliki atribut pekerjaan, maka dapat memilih pada data referensi pendidikan. 

Pemiarsa, tulisan ini tertulis karena campur aduknya, campur baurnya, tidak seragamnya, yang namanya data referensi di Indonesia ini. Sering berkecimpung di dunia data-data, di antaranya data pendidikan, data kepegawaian, dan yang terakhir ini saya juga ikut juga menyelami data penduduk. Data referensi di beberapa data-data tersebut, sangat beragam, dan bermacam. Padahal yang obyek data-nya kurang lebih sama, yaitu manusia. Sebagai sampel data referensi yang sering tidak sama antar satu pendataan adalah data pekerjaan (contohnya : karyawan, wiraswasta, petani, pns, dll), pendidikan (contohnya : sd, smp, sma, d3, s1). Pada data pendidikan misalnya seorang siswa, mempunyai orang tua, dimana ditanyakan data pekerjaannya. Kemudian di data penduduk, ada data pekerjaan juga. Nah, ini yang saya temui, adalah sangat berbeda sekali. Di data pekerjaan orang tua siswa pilihan data-nya adalah : tani, guru, pns, tni/polri, dll (kurang lebih 10 pilihan). Sementara di data penduduk, adalah belum bekerja, mengurus rumah tangga, pelajar, pensiunan, pns, tni, polri, dll (yang jumlahnya sejumlah 89 pilihan). Contoh lain lagi, data pendidikan orang tua siswa, pilihannya : tidak sekolah, sd, smp, sma, d1, d2, d3, s1, s2, s3. Sementara di data penduduk : tidak sekolah, belum tamat sd, tamat sd, tamat smp, SMA, diploma 1/2, diploma 3/sarjana muda, diploma 4/s1, s2, s3. Bahkan yang memprihatinkan gini, saya bekerja di sekolah di bawah Kementerian Agama, otomatis juga sering berhubungan dengan pendaatan di Kementerian Pendidikan. Nah, ada referensi data pekerjaan, masak tidak sama antara Kemenag dan Kemdiknas, padahal yang didata sama yaitu data siswa. Kan repot, kalo misalnya Kemdiknas minta data siswa per pekerjaan orang tua pada sekolah Kemenag, sementara data referensinya beda, harus kerja 2 kali untuk mengkonversi data pekerjaan tersebut. Begitu, gaisss... (copyright Dodis SUCI 4 .. hahaa)

Nah, saran saya, adalah, bagaimana kalau data-data referensi itu diseragamkan, dan bisa dipergunakan di berbagai jenis platform pendataan tersebut. Begini ibaratnya, di data pekerjaan orang tua siswa, pilihan data pekerjaannya sama dengan pilihan data pekerjaan di data penduduk. Jadi terjadi kesinkronan dan dapat saling berguna antara platform data-data tersebut. Misalkan data siswa Kementerian Pendidikan, untuk data orang tua, dapat “meminjam” dari data penduduk-nya Kementerian Dalam Negeri. Kemudian misalnya data haji Kementerian Agama, bisa “mengcopy” dari database-nya penduduk di Kementerian Dalam Negeri tadi. Kan tidak menjadi sebuah pekerjaan yang sangat berat petugas penginput datanya, dan cukup mudah dilakukan. Coba kalau petugas input data haji, harus menginput data lagi, padahal datanya sudah ada di database penduduk. Mungkin yang terjadi adalah arogan dan gengsinya pada “penggedhe-penggedhe” di pusat sana, untuk saling berbagi data. Dan usul saya, mungkin salah satu badan pemerintah yang mengurusi data-data statistik ini, yaitu Badan Pusat Statistik, perlu untuk mengeluarkan Peraturan tentang keseragaman data referensi dan pertukaran data yang harus digunakan di semua instansi, demi efisiensi dan optimasi data. Begitu, pemiarsa. 


Tulisan ini, hanyalah ungkapan kegusaran seorang penginput data-data. Barangkali para penggedhe di sana berkenan membaca, memahami, dan menindaklanjuti kegusaran ini. Atau paling tidak orang-orang yang dekat dengan “penggedhe-penggedhe” bisa menyampaikan. Hehee.. #saya_gusar.. :D


Oh, hiya... Jangan lupa klo membutuhkan WEBSITE PROFIL, WEBSITE SEKOLAH, SISTEM INFORMASI atau APLIKASI LAIN YANG BERBASIS WEB, hubungi ane saja, gan. Hubungi saja lewat YM di samping, atau untuk respon cepat tanggap (kayak PMI) hubungi 0856 4343 7024, SMS OK, telpon OK...

Monday, 28 April 2014

Membuat Log Akses User dengan File di Codeigniter

Selamat malam pemiarsa. Kembali lagi saya menulis tentang pemrograman PHP lagi, di akhir bulan April 2014 ini. Kasusnya kali ini adalah membuat log akses user, baik dengan media penyimpanan log file .TXT ataupun dengan database. Coretan ini lahir, disebabkan karena pentingnya log user ini, bagi pengembangan sebuah aplikasi, dan disaat nanti ditemui error pada saat user menggunakan program aplikasi yang kita buat. Memang sih, biasanya webserver biasanya telah menyediakan log akses, namun sepanjang yang saya tahu hanya mencatat hal-hal umum, seperti error-error PHP, MySQL ataupun apachenya. Yang kita butuhkan adalah log akses user yang lebih spesifik atau sesuai dengan yang dibutuhkan oleh aplikasi kita. Bayangkan, misalkan aplikasi berbasis web kita disusupi oleh hekel, misalkan ia berhasil mengakses tabel daftar username dan password aplikasi kita, sehingga ia dapat leluasa membuat username baru beserta passwordnya. Kemudian ia login biasa melalui aplikasi yang kita buat. Hal tersebut pasti tidak tercatat di log user yang otomatis terbuat oleh error_log php. 

1. Langsung saja, tanpa cas cis cus, karena saya lebih suka cus cis cas, langkah pertama adalah copy master Codeigniter-nya ke folder webserver saya. Tempat saya di “www” (WAMP-lover, haha).
2. Buat folder baru sejajar folder “application”, dll, dengan nama “capedeh” (ini sebenarnya bebas, tapi agar sinkron dengan tutorial ini, disamain aja dah).
3. Selanjutnya, buat database “lab_”, kemudian buat sebuah tabel dengan nama “pengguna” untuk menyimpan data username dan password untuk login. Cepatnya, kopaskan skrip SQL berikut ini :


CREATE TABLE IF NOT EXISTS `pengguna` (  `id` int(5) NOT NULL AUTO_INCREMENT,  `nama` varchar(50) NOT NULL,  `username` varchar(15) NOT NULL,  `password` varchar(75) NOT NULL,  `tgl_aktif` datetime NOT NULL,  `status` enum('Y','N') NOT NULL,  PRIMARY KEY (`id`)) ENGINE=MyISAM  DEFAULT CHARSET=latin1 AUTO_INCREMENT=2 ;

-- Dumping data untuk tabel `pengguna`
INSERT INTO `pengguna` (`id`, `nama`, `username`, `password`, `tgl_aktif`, `status`) VALUES(1, 'Admin Pusat', 'admin', '21232f297a57a5a743894a0e4a801fc3', '2014-04-28 16:58:30', 'Y');
4. Ubah pengaturan di “application/config/config.php”, baris 17, menjadi  :
$config['base_url'] = 'http://localhost/lab/log_akses/';
5. Ubah pengaturan di “application/config/database.php”, baris 51 – 54, menjadi :
$db['default']['hostname'] = 'localhost';$db['default']['username'] = 'root';$db['default']['password'] = '';$db['default']['database'] = 'lab_';
6. Ubah pengaturan di “application/config/routes.php”, baris 41, menjadi : 
$route['default_controller'] = "apps";
7. Masuk ke folder “application/controllers/”, buat controller baru dengan nama “apps”, isinya sebagai berikut, saya copy pastekan ke pastebin aja, (apps.php) :



8. Buat view untuk login (login.php):


9. Buat view template halaman admin (aaa.php) :


10. Buat view halaman utama (d_amain.php) :

11. Buat view halaman daftar log akses (f_log_akses.php) :

12. Buat view untuk halaman ubah password (f_password.php) :


13. Terakhir, buat di folder "application/helper/" dengan nama file "my_helper.php" :


Sedikit penjelasan mengenai alur program yang saya tulis :
  1. untuk desain dalam tutorial ini adalah menggunakan framework CSS Twitter Bootstrap versi 2.3 (kalo gak salah, yang icon-iconnya udah pake font-awesome) dan file bootstrap.css-nya telah saya modifikasi.
  2. walaupun Codeigniter, merupakan framework berbasis MVC, namun dalam tutorial ini (dan juga semua program CI) saya hanya memakai VC-nya, M-nya tidak saya pakai, soalnya ribet, gan.. hahaha #myCode_myStyle :D :D jangan dibully, ya mastah..
  3. saya menggunakan helper "my_helper.php" dalam rangka mempersingkat proses tulis dan buat file log secara otomatis. ada 3 fungsi dalam "my_helper.php", yaitu _tulis_f($data, $file), untuk menuliskan log ke dalam file yang telah ditentukan, _buat_baru($user, $file), untuk membuat file log baru, jika ternyata file log yang ditentukan tidak ditemukan (sekaligus menghindari error Codeigniter), dan terakhir fungsi detect(), yang digunakan untuk mendeteksi nama browser, versi browser, dan operating system dari user yang sedang menggunakan aplikasi. Walupun sebenarnya CI udah menyediakan, tapi agak panjang2 nama variabelnya.

Untuk download script secara lengkap dapat didownload melalui link berikut ini :

Download skrip

Untuk melihat demo dapat dilihat pada link berikut ini :

Demo program 

Terim kasih.. :) #keep_Ngoding

Saturday, 5 April 2014

Review Kamera Poket Canon PS A2500

Selamat pagi, pemiarsa sekalian. Mengisi bulan April, ane kembali lagi menulis di blog saya tercinta ini. Setelah bulan Februari dan maret, tidak memenuhi target 4 postingan per bulan, ane memilih mencoba untuk setia mengisi blog ini (eh, patin). Bulan maret hanya 1 postingan, merupakan bulan termalas saya mengisi blog ini. Alhamdulillah, oleh Alloh SWT diberi banyak kesibukan buat menyambung hidup.

Bulan April ini, ane punya mainan baru, gan. Sebuah kamera digital, merek Canon, tipe Powershoot A 2500. Iya, didasari akan penasaran dengan yang namanya dunia fotografi, dunia jepret sana-jepret sini, ane memutuskan untuk membeli sebuah kamera digital. Walaupun mungkin sangat terasa kesan amatiran-nya, ya begitulah namanya belajar, harus dimulai dari hal-hal yang paling kecil. Nah, dalam dunia fotografi, dari segi alat, yang paling sederhana saat ini adalah menggunakan kamera saku atau kamera pocket. Banyak sekali referensi yang ane baca, sehingga ane memutuskan untuk memilih kamera pocket. salah satunya adalah di blog : http://pocketografi.blogspot.com/. Dari situ ane lihat banyak sekali sampel-sampel foto hasil jepretan dengan kamera pocket yang ternyata tidak kalah jauh sekali dengan kamera DSLR yang harganya bisa sama dengan harga 1 ekor sapi metal di dusun ane. hahaha. Terus lagi, baca-baca referensi di google, dengan kata kunci "tips memotret dengan kamera saku" disitu banyak ditemukan tips dan trik memotret dengan kamera saku, yang bisa mendapatkan hasil luar biasa, jika kita telah mengetahui teori-teori dasar fotografi-nya. Sebagai website yang lengkap, pertama ane rekomendasikan website http://belfot.com/.

Oh, iya, kebanyakan pengantar, sampai lupa maksud dan tujuan tulisan ini, untuk me-review Kamera Saku Canon Powershoot A2500 ini. Kamera ini ane dapatkan seharga Rp 800.000 (delapan ratus ribu rupiah), saat pameran komputer Mega Bazaar Komputer tanggal 8-12 Maret 2014 lalu di Jogja Expo Center. Bonusnya, banyak sekali gan, diantaranya topi, SD card ato MMC itu ane kurang tahu 8 GB, tas kameranya, trus sama dipasangin screen protector-nya. Ada juga, tambahan bonusnya lagi, yaitu gratis foto dan cetaknya di situ, namun tidak ane ambil.. (isin'e bro..). Tapi ane rada kurang sreg, pas dicoba disitu batrenya kok sudah habis, nah mau dicoba gak ada stock batere yang ready to use gak ada, jadinya harus di-charge di situ dulu. Kemudian oleh penjualnya di-charge di situ ndak sampe 1 jam, sudah dicabut. Yang ane tahu, untuk batere baru kan minimal 2 jam ato berapa gitu, baru dicabut..

Sampai rumah, ane buka dosnya, ane pastikan lengkap isi dan aksesorisnya. Langsung ane coba ngidupin kameranya, luar biasa.. Kamera digital pertama ane ini. Dulu yang namanya kamera pas jamannya kamera pake film, jarang lho, orang punya kamera di dusunku. Sekarang ane dah gede, udah bisa megang milik ane sendiri (kameranya, bro..). Mulai melihat menu-menu dalam kamera, yang sebagaian besar, belum tahu fungsinya. Tombol yang ane kenal baru tombol shooter, zoom, dan melihat hasil kamera (icon play).. hehe.. gaptek abis.. Spesifikasinya kurang lebih kek gini :

  1. Optikal zoom 5x (kamera digital paling baik adalah kamera dengan optikal zoom tinggi, faktof x-nya, karena hasil gambarnya detilnya lebih bagus). Sementara digital zoom-nya adalah 4x. Jadi patut waspada jika di kamera digital, tertulis zoom kameranya 10 x, bisa jadi itu optikal zoomnya bisa 6x, sementara 4x-nya adalah digital zoom.
  2. Megapixelnya adalah 16 Megapixel. (Pernah ane lihat kamera DSLR dengan hanya memakai 12 megapixel, sementara kamera digital kok sampai lebih besar megapixelnya)
  3. LCD 2,7 inch. Kata orang pintar, lebih besar LCD, lebih boros batere. Jadi ukuran lcd segini ane kira cukuplah..
  4. ECO mode, fitur yang memungkinkan kamera menghemat penggunaan batere.
  5. Digital IS (IS = image stabilizer), semacam fitur untuk mengurangi efek getaran pada gambar, saat kita membidik obyek. Bisa dipastikan, saat anda membidik obyek, tangan ada agak gemetaran gitu. Nah, fitur ini membantu Anda untuk mengurangi efek getaran ini. Dan memang setelah ane coba, memang ada beda hasil antara make IS dan tanpa IS. Namun dengan mengaktifkan IS ini, pemrosesan gambar jadi ada jeda beberapa detik.
  6. Help hint, atau sebuah petunjuk mengenai fungsi menu-menu yg kita pilih. Cukup dengan menekan tombol tanda tanya (?), maka akan muncul kegunaan/keterangan mengenai menu yg sedang kita pilih. Sangat berguna sekali bagi yang pertama kali memegang kamera digital seperti saya.
  7. Keawetan batere katanya 200 jepretan per 1x charge. Namun sepertinya tidak pada kamera yg saya miliki. Kelihatannya hanya sampai 150x jepretan, sudah "kelap-kelap" batere 1 bar. Nah, kemarin sempat baca-baca juga, kalo sebaiknya batere dilepas jika tidak digunakan dalam waktu yang agak lama (agak lamanya ini, ane juga kurang tahu, klo ane, setelah ane pake motret, trus ane diemin sampai lebih dari 6 jam, ane lepas). Walaupun kita sudah menekan tombol kamera off, itu tidak menjamin kamera sudah off beneran, tapi itu sepertinya masuk mode standby..
Kira-kira itu gan, sedikit review salah satu dari 10 kamera digital terbaru 2013, Canon Powershoot A 2500. Banyak bahasa yang aneh dan sulit dimengerti ane mohon maaf, maklum newbie.. :) ehehe.. Untuk hasil jepretan saya, bisa dilihat di album facebook saya di link berikut ini : 


Terimakasih, wassalam.. parengg..... :)

Thursday, 3 April 2014

Pantaskah mereka bilang "WONGE DEWE" ..?

Hampir tiap meter kita jumpai “iklan jual diri” dari para caleg, dengan berbagai macam pose, berbagai slogan, berbagai kata yang meyakinkan para calon pemilih agar memilihkan dia “pekerjaan” yang layak dan terhormat sebagai wakil rakyat. “Wonge dewe”, “Bocahe dewe”, “Tonggo dewe”, “Konco dolan” atau apalagi sejenisnya lah, merupakan kata-kata yang saat ini sangat laris manis, buat promosi para yang terhormat calon wakil rakyat. 

Ya, kata “wonge dewe”, dkk. Yang merupakan bahasa Jawa, yang kurang lebih berarti “orang kita sendiri, teman bermain”, menunjukkan nuansa keakraban, sudah saling kenal, sudah sering bertemu, sudah saling membantu. Iya, dari kata-katanya memang begitu. Tetapi apakah sampai segitunya, para calon wakil rakyat ini mengenal kita beberapa bulan atau setahun yang lalu. Apakah mereka setahun yang lalu atau bahkan 6 bulan yang lalu, sering menghadiri rapat RT, dasawisma, rapat karang taruna, nongkrong di pos ronda, “ngendong/jagong” bayi atau manten..? Apakah mereka ikut terlibat kerja bakti bersih-bersih lingkungan di dusun kita..? Atau yang “enom-enom” ikut futsal bareng, bal-balan bareng..? Tidak juga kan.. Yang bener aja, ente dengan mudah bilang “wonge dewe”, “bocahe dewe”, “tonggo dewe”. 

Terlebih bagi calon-calon legislatif yang tingkatannya DPRD Provinsi ataupun DPR pusat, yang lingkup dapel-nya setingkat kabupaten atau provinsi, rasanya sulit sekali kita mengenal mereka, bahkan bertatap muka langsung dengan mereka. Belum lagi, para caleg yang “neko/nebeng” di dapel kita  sementara mereka berdomisili di luar daerah, kapan mereka bersosialisasi dengan masyarakat di dapel yang “di-dompleng-i”nya..? Salah satu partai, untuk caleg DPR pusat, saya lihat di website http://dct.kpu.go.id/ untuk daerah pemilihan DI Yogyakarta, dari 10 caleg, 9 diantaranya merupakan berdomisili di luar Yogyakarta, seperti Jakarta, Bekasi, Bogor, dll. Mereka “hanya” memanfaatkan mungkin tempat lahir mereka di Jogja, atau suami/istri mereka orang Jogja, dll. 

Yang saya takutkan nanti, adalah, jika nanti ia terpilih, mereka tetap berdomisili di alamat mereka saat ini. Bagaimana mereka bisa menyerap aspirasi rakyat dari dapel-nya, sementara mereka tetap duduk manis di tempat tinggal mereka. Katakanlah caleg A, terpilih sebagai wakil dari dapel Yogyakarta, sementara ia domisili di Jakarta. Apakah mereka juga berani untuk “pulang kampung”, “blusukan” buat menyerap aspirasi rakyat yang memilih dia dari dapelnya.. ? Saya rasa enggak, mereka akan tetap duduk manis di domisili mereka, dengan alasan dekat dengan “tempat nongkrong” mereka di gedung DPR-RI. Saya melihat, di dapel saya sendiri Yogyakarta, dari beberapa caleg asli berdomisili di Jogja pun,  yang sebelumnya telah terpilih, setahu saya, jarang bahkan kalau boleh dibilang tidak ada sama sekali, untuk turun ke lapisan rakyat tingkat bawah, buat bersosialisasi, mendengar keluh kesah rakyat, mensosialisasikan bagaimana kelanjutan program-program yang mereka dengungkan saat kampanye dulu. Kalaupun turun mungkin hanya masuk ke dalam golongannya, kelompoknya, atau organisasi yang tentu saja hanya menguntungkan kelompok atau organisasinya tersebut. Nah, bisa dibayangkan bagaimana bagi anggota dewan terpilih yang tetap “keukeuh” bertempat tinggal di Jakarta sana, sementara ia mewakili dapel di daerahnya..? Masih pantaskah mereka bilang “wonge dewe” ...? :P

Friday, 7 March 2014

E-KTP (ternyata) sudah kelihatan manfaatnya...

Hari ini, Jum'at 6 Maret 2014. Ya, hari Jum'at. Awal bulan lagi, bulan Maret, bulan yang sangat bersejarah bagi hidup ane. Ya, tepat tanggal 17 Maret 1990 ane lahir di dunia ini, dalam keadaan sehat sentosa. Walaupun di data-data saya selalu memasukkan tanggal 26 Maret 1990. Tahulah, kenapa. Kata bapak mamak saya, itu dulu karena, bapak mamak saya baru bisa membuatkan/memperoleh akte kelahiran saya pada tanggal 26 Maret 1990. Jadi saya di akta kelahiran dianggap lahir di Kulon Progo, tanggal 26 Maret 1990. Gak kebayang, bagaimana teman-teman seangkatan saya pada saat itu di Kulon Progo, yang mendapatkan akta kelahirannya lebih dari lama dari saya. Bisa tambah lebih muda, gitu. Sampai di KTP terbaru saya yang telah tercatat di database kependudukan Kementerian Dalam Negeri di sono,  tanggal lahirnya Kulon Progo, 26 Maret 1990. Lumayan, "ngenomi" 9 hari.

Ngomong-ngomong soal E-KTP, baru saja saya baca berita tentang "ke-cemerlang-an" E-KTP ini dalam membantu polisi dalam mengungkap suatu kejahatan. Awal Maret 2014 ini, dunia pemberitaan online diramaikan akan satu kasus pembunuhan wanita muda cantik, yang mayatnya ditemukan di tepi jalan tol di Bekasi. Hampir semua fanspage Facebook selalu menampilkan berita ini, di beranda Facebook saya hari ini. Tertarik dengan salah satu link di fanspage-nya Detik.Com, yang berjudul : "Cara Polisi Mengungkap Pembunuhan Sadis Sara oleh Sejoli Hafitd-Sifa". Dari keterangan di berita tersebut, ternyata-e-ternyata, informasi awal data diri dari korban pembunuhan tersebut adalah berasal dari database sidik jari E-KTP. Berikut cuplikan beritanya  : 


Sesaat setelah penemuan korban dilaporkan ke Polres Kota Bekasi, polisi melakukan identifikasi sidik jari korban untuk mengumpulkan profil korban. Dari hasil identifikasi yang tersambung ke database e-KTP, diketahui nama dan alamat tinggal korban di Rawamangun, Jakarta Timur.
"Kita punya ke base sidik jari dan keluar sidik jari mayat tersebut atas nama seseorang bernama Sara dan ada alamatnya di situ," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto kepada wartawan, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (7/3/2014).
Berbekal informasi dari sidik jari itu, penyidik kemudian menelusuri alamat tinggal korban. Setelah bertemu dengan pemilik rumah, diketahui bahwa Sara adalah anak dari Elisabeth.
"Kemudian ditanyakan (ke ibunda Sara) putrinya kemana dan terakhir bersama siapa," imbuh Rikwanto.
Nah, berkat tulisan yang dicetak tebal tersebut saya baru tahu "ke-ampuhan" dari yang namanya E-KTP. Secara, jarang sekali, cerita mengenai kegunaan E-KTP ini diungkapkan ke publik. Dulu, pas awal mulanya didengung-dengungkan E-KTP ini, berita yang sering muncul adalah berita-berita negatif dari E-KTP ini. Mulai dari korupsi di dalam pembiayaan program E-KTP ini, terus tersendat-sendatnya proses pendataan E-KTP, sampai yang terbaru dilarangnya E-KTP untuk difotokopy, karena dapat merusak chip di dalamnya.

Yah inilah yang namanya media, hampir didominasi oleh hal-hal negatif dulu (pendapat teman saya di Facebook ), yang membuat masyarakat tertarik untuk membacanya. Jarang mengungkapkan suatu hal secara covered both side (jarene ilmu per-jurnalistikan).

Nah, melalui tulisan ini saya akan mencoba untuk meng-covered side tidak tertampilkan tersebut. Tidak hanya satu peristiwa itu saja, ternyata saya browsing-browsing, ada juga kehebatan dari E-KTP ini dalam membantu mengungkapkan suatu hal. Berikut saya cuplik hasil pencarian di Google dengan kata kunci "E-KTP ungkap". Rada aneh? Ya..

  1. detikNews : Mendagri: Data e-KTP Pernah Ungkap Identitas Teroris

    news.detik.com/.../mendagri-data-e-ktp-pernah-ungkap-identitas-teroris?...
    20 Feb 2014 - Manfaat yang diharapkan dari pembuatan e-KTP tampaknya mulai terasa. Data yang tersimpan di e-KTP ternyata pernah dipakai untuk ...
    1. Polri miliki alat ungkap identitas mayat tanpa test DN - Daerah

      daerah.sindonews.com/.../polri-miliki-alat-ungkap-identitas-mayat-tanpa-...
      3 Feb 2014 - Cara kerja alat ini, ungkap Agus sangat mudah, sebab alat tersebut bisadihubungkan dengan E-KTP syestem. Sehingga, seluruh data  ...
      1. Mendagri: e-KTP Salah Satu Alat untuk Ungkap Tindak Kejahatan

        dispendukcapil.surabaya.go.id › Berita
        26 Mar 2012 - "Ada penjahat yang melakukan pembunuhan, penganiayaan, perkosaan, walaupun dilakukan malam hari dan tidak terlihat oleh siapapun tapi ...
        1. Kalau Mau Cepat Ungkap Mayat, Bikin E-KTP | KOMPAS TEKNO

          tekno.kompas.com/read/.../kalau.mau.cepat.ungkap.mayat.bikin.e-ktp
          19 Okt 2011 - Penemuan beberapa mayat tanpa identitas yang belakangan ini terjadi membuat polisi kesulitan dalam mengungkap pelaku kejahatan.